Everything is Sooner or Later Going to End


Diam.
Ricau-racau kendaraan berlalu-lalang
suara derik roda kemana-mana
pupuskan desah gelisah angin bersurai palsu.
Lompatan energi terlempar pada lontaran samurai berlantun irama....
kadang, sering, selalu--setinggi-tinggi tangga melodi;
diam lagi.

Buncah gelombang kesakitan yang ingin cepat-cepat
lewat lagi, lewat lagi.
Deringan jejari roda pada sumbu ketergesaan
untuk mencapai titik kejenuhan, lamat, lamat;
diam lagi, lagi-lagi diam,

Kali ini pelan, angin bersurai mendesah bersiul
lalu dilangkahi dengan tabrakan oleh mesin pembawa badan berbadan
lewat lagi, lewat lagi-lagi.
Ada juga yang lalu-lalang bolak-balik.
Ada pula yang tanpa tujuan, berandil kebisingan,
lewat lagi, lewat lagi, lalu
diam, lagi dan lagi.

Semua memang fana.

Comments

Popular posts from this blog

To Fight and Strive Together

Just some Random Thoughts