Denting bel berisik menguar dari balik jeruji terbang terbawa angin sore menggantung bersama ratusan jenis kode. Image source Semerbak angin melaju perlahan noda cemerlang mengikuti di belakang sosok gagah yang membawa keributan besar tumpah ruah kecacatannya di jalan-jalan mega mendung datang tak terduga benar setengahnya sudah hitam. . . . sosok itu menutupi segalanya-- entahlah manusia ataukah bukan. Dia bilang dia datang dengan cinta tapi sejarah mencatat kesemuanya, kesegalanya walau empat puluh ribu tahun terlewat akan tetapi diamlah, sosok itu menghilang. Denting bel berisik bergemericing pada jeruji melayang bersama indahnya memoar kode terpecahkan.