Ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di kampus ternama ini, saya membatin, alangkah bangganya saya. Hanya sedikit orang yang diberi kesempatan oleh yang Maha Kuasa untuk mendaftar ke Universitas Gadjah Mada dan tidak semua orang diberi cukup keberuntungan untuk diterima. Saya bangga, bangga sekali. Saya langsung membayangkan hari ketika saya lulus kemudian dilantik menjadi dokter gigi, dengan kebaya cantik dan buket bunga di tangan saya. Prestise sekali. Beberapa bulan kemudian, saya menjadi salah satu co-fasilitator PPSMB PALAPA 2014 dan di salah satu kegiatan Training of Trainer , saya dikejutkan oleh pernyataan dosen penyampai materi tentang persentase rakyat Indonesia yang cukup beruntung mengenyam pendidikan tinggi (7,2 persen [i] ), dan bahwa sesungguhnya semua mahasiswa perguruan tinggi negeri di Indonesia kuliah dengan dibiayai (sebagian atau seluruhnya) oleh rakyat melalui pajak yang mereka bayarkan [ii] . Sedikit memalukan, memang, bahwa saya baru mengetahui hal te...