Missing The Old Times
Hai, udah lama nggak nongol. Missing me, guys? Well, I hope so. Ini pukul satu dini hari, dan pada saat-saat beginilah biasanya aku jadi termenung. Pikiranku tertarik kepada pusat gravitasi mesin waktu-- pada situasi di masa lalu: waktu yang sudah lama terlewat, masa-masa yang mengambang di pikiran. Aku merasa limbung. Barangkali inilah puncak bukit kekosonganku. Titik nadir yang terletak di atas beban-beban yang menekan, di atas ekspektasi, di atas tuntutan. Dan di atas samudra memori yang terpecahbelah--bahkan benang yang paling kusut pun tiada lagi membandingi. Lelah? Iya. Tapi bukan saatnya. Masih tertarik pada gravitasi mesin waktu, aku dipaksa mengenang kembali skenario masa lalu. Adegan yang biasanya terlewat begitu saja, nggak peduli berapa ratus kali aku melakukannya. Biasanya aku melalui hari ditemani beberapa novel impor. Eragon, Harry Potter, Eragon lagi, Harry Potter lagi. Atau... novel remaja. Khas generasi muda, dimana permasalahan terbesar selalu saja soal cint...