Posts

Showing posts from January, 2016

curhatan konteks-tinggi

Dalam dunia kedokteran gigi, kami diajari untuk menatalaksanakan suatu permasalahan (kasus) berdasarkan diagnosis dengan menjunjung tinggi konsep patient-oriented alih-alih tooth-oriented seperti yang menjadi fenomena lazim di dunia kedokteran gigi sampai abad ketujuh belas. Kami diajari untuk melihat suatu kasus secara holistik; bahwa yang kami hadapi bukan sekadar gigi dari seorang manusia melainkan manusia yang memiliki gigi. Bahwa penyakit yang dikeluhkan pasien bisa jadi hanya merupakan manifestasi dari kondisi sistemik yang dideritanya, baik yang ia sadari maupun tidak. Dan bahwa dalam menatalaksanakan kami harus mempertimbangkan semua aspek termasuk prognosis (kemungkinan keberhasilan) dari tatalaksana itu sendiri. Dan bahwa serangkaian modifikasi perawatan bisa jadi diperlukan pada situasi tertentu, contohnya pada kondisi kehamilan atau hipertensi (tekanan darah tinggi). Saya rasa seperti itu pula caranya kita harus memandang segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita. Kala...

menjadi elitis, sebuah keniscayaan

[OPINI] Sebelum membaca tulisan ini, ada baiknya kita membaca opini salah satu teman kita yang imut, nunu, dari FISIPOL, yang kemudian menjadi referensi saya dalam menulis. "Mengenai elit dan egaliter. Akan capek pikiran jika kita menuntut solidaritas buta dari massa. Sebuah solidaritas tidak bisa diartikan hanya dengan kehadiran fisik atau solidaritas melalui media sosial. Keduanya sama-sama mereduksi solidaritas itu sendiri. Solid secara material bisa diartikan dengan kehadiran massa yang banyak. Tapi pada tingkat tertentu, konsep tersebut akan menemui kondisi dimana massa tidak akan benar-benar hadir untuk menjadi solid. Kondisi tersebut adalah ketika solidaritas bertemu dengan asas keterwakilan. Keterwakilan tersebut terjadi baik disengaja maupun tidak kemudian akan membentuk 'elit' yang belum tentu elitis. Pun tidak membawa nama gerakan apapun atau lembaga apapun, menjadi elit memang sudah menjadi wajar. Se inklusif apapun gerakan itu, massa sudah terlalu memb...