Posts

A Brief Explanation to The Current Life Contemplation

Looking back to the life I've led so far, I feel like something is regressing to the point where I'm no longer find it quite pleasing. We might share a common discomfort to some extent, for the phenomenon I'm about to discuss has been spreading widely and until today, it always appears in every aspect of social media life in particular. Twelve years ago in the elementary school, I was told that globalization is when people interact beyond any physical border, where people from a certain place somehow managed to affect those who live thousands of kilometers apart, vice versa. Yet never did cross my mind what it actually be like. Now that everything is becoming so much easier with internet connecting almost every single person in this world, those simple definitions of globalization have become a lot more complex and without doubt, it has evolved into countless forms possible. Social media is, without doubt, the most obvious proof of this assumption. It has become tr...

a little note about love pt 1

normally I would refuse to tell about love, for I haven't found the very meaning of it myself. But looking back through my two decades of life, I must say that love is indeed the answer to everything.  but which kind of love  is the answer ? well, this video of Dr. Abraham Twerski might help you to contemplate. source so here we have understood the concept of love of giving, but let me remind you, that kind of love is not the exact answer either. because since when we give anything to Allah? it's always Him who give us everything--literally everything: life, fate, virtue, even dreams. so when we are talking about the absolute solution, we've gotta agree that God is the one we should surrender to. and this leads us to the point where we finally realize that our only purpose in this world is to seek for His love.  we know for sure that there will be paradise and hell in the (certainly is) upcoming hereafter. and (we all know too that) only...

tentang keperempuanan

Buat saya, diskursus mengenai keperempuanan merupakan hal yang sensitif dan subjektif sekaligus objektif di saat yang sama. Berbicara mengenai keperempuanan sama seperti bicara mengenai demokrasi: bebas..................................dengan peraturan yang berlaku. . . . . . . . . . . Mohon maaf, khusus untuk topik ini saya tidak bisa dan tidak akan memberikan pandangan saya pribadi. Sudah saya bilang, topik ini sangat sensitif. Tapi saya akan tetap kasih tahu, paradigma saya tentang keperempuanan , jujur saja, sedikit-banyak condong ke arah gagasan-gagasan feminisme ala Barat. Hanya saja saya ini orang Islam . :) (Silahkan tafsir sendiri teks ini sesuai pemahaman Anda.)

A Friend in Need is A Friend in Deed

From sociological approach, it is stated that  men are social animal, for one cannot live without the others. But I solemnly think that we are basically pure selfish.  Even that phrase (" for one cannot live without the others ") only proves that we undoubtedly are. Look, why do we make friends exactly ? Because the more you think, the more unbearable it becomes: we make friends because we are selfish . Well, maksud saya begini. Kita menjalin hubungan pertemanan karena kita butuh .  Kita butuh untuk punya teman, karena kita tidak mampu hidup sendiri . See?  Kita ini bukan makhluk sosial.  Kita ini makhluk egois. Buktinya, berhubung kita tidak bisa hidup sendiri, maka kita mencari ally. Berhubung kita merasa tidak mampu menghadapi masalah sendirian tanpa kemudian stress maka kita berteman. Berhubung kita tidak mampu menahan rasa kesepian, maka kita mencari teman. Bukankah begitu? Tapi yah, everybody does that so... I g...

Hatred. Feud. Vengeance..... Classic. (Phase 1)

Life sometimes sucks. People sometimes sucks, too. And when these times come there would likely be two choices only: act like an asshole the way everybody else did or be a so-called angel and start faking a smile pretending you're okay even tho you're torn inside out. But, faking a smile doesn't always mean we're fake, anyway. It just means that we're trying our best to be polite. After all, social life is all about manners, isn't it? .......

parenting done right (?)

Tuhan tidak pernah menciptakan makhluknya serupa sama sekali. Begitu pula dengan cara orang tua kita mendidik kita. Ini berkaitan dengan budaya, suku, dan kondisi sosial dan ekonomi, tetapi pada dasarnya, kesimpulannya tetap satu: lain ladang lain belalang. Keluarga saya merupakan keluarga besar, dengan 8 anak di tahun 2000 saja. Alhasil, orang tua saya tidak punya cukup waktu untuk mengawasi semua anak-anaknya secara mendetail atau bahkan mengatur kami dengan peraturan yang ketat. Well, sebenarnya peraturan di keluarga kami cukup ketat: tidak boleh tidur malam sebelum sikat gigi, tidak boleh menonton TV terlalu dekat, tidak boleh baca komik sambil tiduran apalagi gelap-gelap. Dalam hal pergaulan, orang tua kami mendidik kami untuk berhati-hati dengan laki-laki. Tidak boleh pacaran, itu jelas. Tapi mereka tidak pernah melarang kami untuk bermain bersama mereka. Maka sering sekali kami (aku dan 5 kakak-kakakku, 4 di antaranya perempuan) bermain di halaman rumah kami bersama anak-ana...

that precious thing called family

"Paman, kerabatku sakit keras. Ayahku telah memintaku pulang. Tapi besok pagi aku ditugaskan oleh Bapak Ketua untuk memimpin prosesi upacara kebudayaan. Ini penting sekali untukku." "Dan mengapa pula itu penting sekali buatmu?" "Ini adalah kali pertama aku diberi amanat sebesar itu, Paman. Merupakan sebuah kehormatan besar bagiku untuk memenuhi panggilan itu." "Wahai Bujang, dengarkan cerita Paman.” “Pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami-istri yang sudah lama menikah. Mereka memiliki segalanya: harta, cinta dan kehormatan di kalangan mereka. Tetapi ada satu hal yang belum mereka miliki: mereka tidak kunjung punya anak. Setelah melewati tujuh tahun, akhirnya mereka memutuskan untuk mengangkat dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Lengkaplah kehidupan mereka.” “Beberapa tahun terlewat, mereka melupakan kemalangan yang mereka alami sebelum mereka mengangkat anak. Namun tak dinyana, sang istri kemudian mengandung. Maka gemparl...