Posts

Showing posts from January, 2014

Everything is Sooner or Later Going to End

Diam. Ricau-racau kendaraan berlalu-lalang suara derik roda kemana-mana pupuskan desah gelisah angin bersurai palsu. Lompatan energi terlempar pada lontaran samurai berlantun irama.... kadang, sering, selalu--setinggi-tinggi tangga melodi; diam lagi. Buncah gelombang kesakitan yang ingin cepat-cepat lewat lagi, lewat lagi. Deringan jejari roda pada sumbu ketergesaan untuk mencapai titik kejenuhan, lamat, lamat; diam lagi, lagi-lagi diam, Kali ini pelan, angin bersurai mendesah bersiul lalu dilangkahi dengan tabrakan oleh mesin pembawa badan berbadan lewat lagi, lewat lagi-lagi. Ada juga yang lalu-lalang bolak-balik. Ada pula yang tanpa tujuan, berandil kebisingan, lewat lagi, lewat lagi, lalu diam, lagi dan lagi. Semua memang fana.

Eat That, Counterfeit Fans. Eat That.

Image
Faktor-Faktor Tenggelamnya Manchester United Saat Rafael berjalan untuk menendang penalty terakhir Manchester United dini hari tadi, para fans menahan napas dan hasilnya adalah apa yang berulang kali sudah dialami orang-orang yang (katanya) berjumlah paling banyak di dunia ini: Mimpi Buruk. Manchester United tersingkir dari semifinal Capital One Cup dan harus mengubur dalam-dalam peluang untuk menyelamatkan musim mereka dengan setidaknya satu gelar (Masih ada Liga Champions dan EPL… But. Well. Let’s be realistic). David Moyes pun kembali lagi menjadi sasaran empuk. Baik dari fans United sendiri ataupun dari pihak lain. Kebiasaannya “membantu” klub lain menciptakan rekor di halaman belakang rumah sendiri menjadi sebuah trend yang terus bertahan. Namun, apakah terjerembabnya United di musim ini murni kesalahan Moyes? Tidak juga. Ada beberapa hal yang ikut berpartisipasi menghilangkan kemampuan hebat tim yang sukses meraih juara EPL musim lalu ini –dengan beberapa match ter...

#MataMU

Image
Welcome, welcome. Old Trafford is now your home. Image source Image source

What a Joke

Bukan salah embun yang terjatuh hingga kesenangan hari terhancurkan nyata-nyata Bukan salah setitik debu melekat dekat hingga protes terdengar memeluk daun telinga kuat-kuat. Apalah kuasa sebiji tanah, digenggam tangan pada lengan pemberontak sejati toh medan magnet juga tak mau mendekapnya erat-erat buncahan energi asing daripada genggaman yang di luar, yang di dalam sedikit-sedikit dia jatuh, sedikit-sedikit gampang sekali semua tertawa. Entah lah setitik duka di bawah kaki merundung nyawa seperempat habis tak tertahankan kuasa apa kuasa angkara sudah kecil masih ditekan tak sempat lagi bermuram durja, nafas habis ditelan maut tertawa. Bukankah hebat segelintir dosa dalam tusukan tombak pemecah ikatan di antara lontaran kekuatan dari raga terpelintir jika saja kesadaran datang merusak keinginan durjana daun pilu melayang terbang menguar bebas terbersit kekalahan dalam setiap inci kenikmatan lama-lama habis lama-lama mudah sekali semua tertawa. Bukan salah k...

Anger here, anger there. Anger now, anger then.

Emosi membuncah beraduk-aduk bersama pilu kesinisan yang tiada bayang, tiada akhir, menjadi kemarahan..... ...lalu bagaimana jika kemarahan dilangkahi secara kurang ajar oleh waktu? Bolehkah ia memburu haknya meskipun dalam diam? Dalam senyap kadang ia memandang jauh ke arah langit, meminta pertolongan, membelakangi kesenduannya sendiri untuk dihargai dalam riak gelombang. 'Tentu akan hebat', dia memprotes; jeritnya tertahan, terjepit di antara kegilaan untuk membalaskan dendam kepada kabut yang menutupi sempitnya akal. Tentu... sorak sorai, applause yang meriah, semuanya bisa saja ia dapatkan . Dengan nafas memburu dia mengetuk dan menggedor pertahanan iman. Tetapi habis sudah ia terlampaui kembali oleh dentangan bel, dipukul jarum jam bertalu-talu......waktu untuk kemarahan sudah kerontang. Habis sudah dia dalam kemenangan sejati.

To Fight and Strive Together

Hari ini sungguh melelahkan. Lari-lari, naik-turun tangga, menghadap bos karyawan akademik, ditegur wakil dekan, bertemu dosen pembimbing, fotokopi ini-itu, ramai-ramai mengantri di loket pembayaran transfer, bertemu teman-teman, sahabat, dan memperjuangkan seorang kawan. Masih ingat tulisanku sebelumnya yang berjudul 'Ah, Failure'? Hari ini juga aku dihadapkan pada konsekuensi yang mewajibkan aku untuk mewujudkan komitmen. Komitmen untuk menepati janji yang kubuat sendiri. Hari ini aku melaksanakan tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa dengan jumlah kegagalan melebihi angka yang dia anggap bisa ditanggungnya. Ditambah dengan adanya tragedi kecil berujung panjang tentang kawanku yang tidak bisa mengikuti remidi karena suatu alasan. Jadilah kami semacam laskar kecil yang membawa misi advokasi untuk memperjuangkan kawan kami yang apabila tidak berhasil maka kami akan tidak bersama-sama lagi dalam satu dan lain hal. Kami tertunduk saling merasa bersalah karena kecelakaan ...

Just a Reminder

Kalo kamu memperjuangkan akhirat mu, dunia mu pasti bakalan ikut. Tapi kalo kamu cuma ngejar hal-hal ke dunia an, nggak akan kamu dapet akhirat mu. Bahkan dunia mu juga belum tentu kamu dapetin utuh-utuh. That's the main point by now. " Janganlah kamu membesar-besarkan sesuatu yang dianggap kecil oleh Allah (urusan keduniaan); dan janganlah kamu mengecil-ngecilkan sesuatu yang dianggap besar oleh-Nya (urusan akhirat). "

Be Free

Bebaslah Terbanglah Lepaslah Pergilah Tinggalkanlah Sudahilah Pamitlah ..... Bebaslah. Be free, for you may find how far your limitation is. 

Ah, Failure

Hi there ! Saat ini kami para mahasiswa UGM, khususnya Fakultas Kedokteran Gigi, sedang dalam masa dag-dig-dug-duarr karena menunggu hasil proses perkuliahan kami di semester ganjil ini. Sebagian besar dari kami sedang ada di depan PC/Laptop/Gadget lainnya membuka portal www.akademika.ugm.ac.id demi melihat Kartu Hasil Studi kami. Sungguh kami merasa amat sangat insecure. :') Gimana dengan hasil studiku sendiri? Well, so far so good enough.  Ada nilai A, beberapa B, dan beberapa di bawahnya ( You're not actually  expecting me to mention my bad scores, are you? ). IP sementara ku masih jauh, jauh, di bawah kategori cum laude.   Tiga aja enggak .    Hehe. (///▽///) (///▽///) (///▽///) (///▽///) (///▽///) Yah, kalian boleh menuding aku bego, bodoh, kurang beruntung, apapun. Tapi satu yang mau kukasih bilang ke kalian: Yellyeah I admit it I'm doing no good on this first semester. Masih sering bolos, tugas nyontek, titip absen (kad...

Do Thank Allah

  Lain syakartum la aziidannakum walain kafatrum inna 'adzaabii lasyadiid. (QS Ibrahim: 7) "Jika kalian bersyukur maka Aku (Allah) akan menambah rizki kalian, dan jika kalian kufur, maka (ketahuilah) sesungguhnya siksaan Allah sangatlah pedih."   Do thank to Allah. Gimana caranya? Banyak. Banyak banget. Salah satunya duanya adalah dengan TIDAK MENYIA-NYIAKAN nikmat-Nya. Jadikan nikmatnya sebagai fasilitas untuk kita mendapat pahala. Coba deh, baca tuh Al Qur'an yang berdebu selagi kamu enggak pilek ataupun radang tenggorokan. Coba deh, biasain sholat sunnah selagi kamu sehat dan kuat, sebelum (naudzubillah) kamu lumpuh. Coba deh, puasa Senin-Kamis selagi kamu sehat, sebelum kamu (naudzubillah) gagal ginjal. Nggak susah kan? Itu baru nikmat sehat. Ada lagi nikmat yang mestinya bisa jadi investasi kita tapi kita sering lalai dalam menfaatkannya: nikmat kelonggaran. Ke-selo-an. Ni'mataani maghbuunun fiihimaa katsiirun minannaasi ash shihhatu walfaroog...

Hadits #1

"Wajib atas kalian untuk jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu bersamaan dengan kebaikan. Dan sesungguhnya keduanya bisa mengantarkan kalian menuju surga". "Dan takutlah pada kedustaan, karena sesungguhnya bersama kedustaan ada kedurhakaan. Dan sungguh keduanya bisa membawa kalian menuju neraka". "Dan memintalah kalian pada Allah akan keyakinan dan kewarasan. Sesungguhnya setelah keyakinan, tidak ada pemberian yang lebih baik selain kewarasan". "Dan janganlah kalian dengki, marah-marah, memutus famili, serta saling membelakangi dengan yang lain. Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara, seperti yang telah Allah perintahkan". - HR Ahmad, Abkhar (Adab), dan Ibnu Majah 

Man, Social Animal

There is no man on earth who is able to live alone by himself. Even prophets can not either. That severe datum leads us to a compulsion for us to make relationship with others and get into societies. Societies in which we establish ourselves and start gaining self-esteem and also, little by little, fulfilling the need of self-actualization. Well, that's what we live for. "Man is by nature a social animal; an indiviual who is unsocial naturally and not accidentally is either beneath our notice or more than human. Society is something that precedes the individual. Anyone who either cannot lead the common life or is so-self sufficient as not to need to, and therefore does not partake of society, is either a beast or a god." - Aristotle

For You, Moody Person

Image
Emang ya, kalo kita lagi bahagia itu, semuanya mendadak jadi terasa menyenangkan. Nggak yang biasanya nyebelin, nggak yang biasanya membencikan , semuanya jadi nyenengin. Everything is suddenly fine, no matter how. Masalahnya adalah, bagi orang yang punya sifat moody sebagai kelemahannya, hal yang aku tulis di atas bakalan jadi sia-sia kalau dia nggak mampu mempertahankan kebahagiaannya sendiri. Maksudku, kalau dia nggak bisa menjaga mood -nya sendiri. Kebahagiaan dalam sehari bisa aja hancur lebur hanya karena suatu hal remeh temeh binti nggak jelas yang (seharusnya) nggak boleh jadi alasan. Tiba-tiba marah sama semua orang. Tiba-tiba mukanya ditekuk. Tiba-tiba kelakuannya jadi nyebelin. Tiba-tiba, tiba-tiba. Hanya karena tiba-tiba punya firasat buruk tentang praktikum, misalnya. Hanya karena tiba-tiba liat sesuatu yang nggak sesuai order -nya. Hanya karena nilai yang nggak sesuai dengan harapan. Hanya karena SATU alasan nggak penting. Ha...

Inequity Part 2 - Quotes

Image
Image source Untuk menguatkan post -ku yang ini , aku masang beberapa quote  untuk kalian. Semoga mengena. :) Image source Image source Image source Image source Regards,  Nada.

Iniquity

Image
"Dont judge a book by its cover". Itu pepatah yang sangat amat sangat populer. Semua orang pasti pernah denger. Tetapi yang ingin aku omongin di sini adalah, bahwa pepatah itu nggak cuma bener tapi bener banget dan dalem luar biasa . Kenapa? Well , beberapa tahun belakangan ini, aku bener-bener menghayati apa yang dimaksud dengan pepatah tersebut. Mencoba mengerti, memahami, dan menerapkan pepatah tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Building a new perspective.  Perspektif yang adil, yang dapat diterapkan ke semua orang di lingkungan sekitarku. Begitu juga dengan aku sendiri. Aku jadi mulai nggak peduli sama tampilan luarku, dan mencoba membangun karakter yang lebih baik dan bermartabat. Seolah-olah aku teriak ke orang-orang, 'kamu kalo mau nge- judge  aku, deketin aku dulu.  There's a lot more in me, I assure you, that you'd never figure out until you really know me .' Begitu juga dengan saudara-saudaraku dan teman-temanku. ( Okay, we're now ge...

It's Time For Movies! #2

Image
Hi , seperti yang aku janjiin sebelumnya (sebenernya aku nggak janjiin apa-apa), akan ada lanjutan dari post ini . Well , sebenernya cuma karena di situ tertulis #1 makanya aku nulis yang #2. Soooo , kemarin (beberapa jam yang lalu sih--tapi tetep aja 'kemarin' kan?) aku habis maraton nonton film. Padahal ini masih jaman-jaman UAS untuk anak FKG UGM. Dan, yah, you know lah, aku sih ethel aja. Toh masih ada hari Minggu kan? :p *jangan ditiru ya, guys . But my friends didn't . Yah, mau gimana lagi? Hehe. Anyway , mungkin kalian heran kenapa di antara sekian judul film di atas ada satu judul yang bisa dikategorikan sebagai film lawas. Yep, that's it , 17 Again . Image source So , dulu banget, waktu aku masih, errr, SMP (atau SMA), aku udah nonton tu film. With no subtitles . Oh man , abstrak banget waktu itu. Sepanjang film aku cuma bisa bengong . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ...