Bulir Pengakuan


Denting bel berisik
menguar dari balik jeruji
terbang terbawa angin sore
menggantung bersama ratusan jenis kode.

Image source






Semerbak angin melaju perlahan
noda cemerlang mengikuti di belakang
sosok gagah yang membawa keributan besar
tumpah ruah kecacatannya di jalan-jalan
mega mendung datang tak terduga benar
setengahnya sudah hitam. . . . sosok itu menutupi segalanya--
entahlah manusia ataukah bukan.

Dia bilang dia datang dengan cinta
tapi sejarah mencatat kesemuanya, kesegalanya
walau empat puluh ribu tahun terlewat
akan tetapi diamlah, sosok itu menghilang.

Denting bel berisik
bergemericing pada jeruji
melayang bersama indahnya memoar
kode terpecahkan.

Comments

Popular posts from this blog

To Fight and Strive Together

Just some Random Thoughts