Just some Random Thoughts
Ini H-1 Ujian Tengah Semester Ganjil tahun ke-2. I know I should be more serious but uhh it's not everyday some random thoughts appear to you. And now it happened to me.
Well basically I'm gonna talk about something I don't actually know about. Love. What is love?
Love is poison
love is something you firstly think about when you wake up and something you think lastly right before you sleep.
Itu kata orang.
Kalo kataku, love is something that will (and should) only come after marriage. Love is a something that appear after a man a a woman is bound by a sacred ceremonial called marriage. Because love is NOT a promise; marriage is.
Kalo dalam bahasaku,
Terus gimana kalo kita lagi pacaran sama seseorang dan kita merasa kita cinta banget sama dia?
Well, ini sebenernya omongan orang dewasa yah tapi berhubung I'm in deep thought right now and I think I have the answer, jadi aku jawab aja. Harap maklum kalo jawabannya standar ABG yang nggak ngerti apa-apa ttg dunia relationship.
Hati. Hati, pada dasarnya, adalah bagian dari manusia yang paling gampang berubah. Hati berhubungan dengan perasaan, dan perasaan itu (harusnya) kita yang atur. Bukan keadaan.
Aku serius.
Mungkin di masa SMA kamu pacaran sama seseorang. Kamu merasa cinta banget sama dia. You feel like he's the one. Dia juga bilang dia cinta mati sama kamu. Temen-temenmu bilang kalian tuh cocok banget gitu. Udah pokoknya tinggal nikah aja.
Dan sekarang kamu lulus SMA. Kamu mulai sibuk katakanlah kuliah, dia udah sibuk jadi panitia event di kampusnya. Dia mulai 'telat' balas sms kamu. Dia mulai sering bilang 'maaf ya, td lagi rapat bla bla bla'. Then it turns to latenight reply ketika kamu udh tidur, ketika sms kamu ke dia udah basi.
Terus lama-lama kalian udah merasa nggak cocok. Terus kalian putus.
Beberapa waktu sesudahnya, kamu ngepoin dia. Dia udah punya pacar. Seorang cewek aktivis, saama-sama sibuk dan dalam lingkaran pergaulan yang sama dengan mantan kamu. Kamu merasa nggak adil. Kamu nangis. Kamu bertanya-tanya, kenapa dia bisa move on cepet banget sedangkan kamu enggak?
Well, mungkin bukannya kamu nggak bisa move on. Mungkin kamu aja yang nggak mau move on.
Mungkin kamu sebenernya udah berencana mau move on dari dia. Tapiiiii baru berapa hari setelah kamu memutuskan move on dari dia, eh dianya pasang status apalah gitu. Tetiba dianya ngeline kamu, enggak sih, nggak nanya kabar, tapi apalah yang sebenernya biasa aja tapi suddenly sukses bikin rencana move on kamu cuma tinggal wacana. NAH.
Lalu berbulan-bulan setelahnya, kamu pacaran lagi sm orang lain. Kali ini dia lebih pengertian dan dia selalu ada buat kamu. Lalu kamu mulai banding-bandingin sama mantan kamu. Lalu kamu 'bersyukur' pada Tuhan karena Dia udah nunjukin jalan pada 'orang yang tepat'. Kamu merasa kamu, kali ini, benar-benar mencintai orang yang kamu anggap 'ditakdirkan' sama kamu.
Sekarang pertanyaannya adalah, kalo kamu bilang kamu cinta banget sama orang itu, terus yang dulu itu namanya apa? Karena setahu aku, cinta itu everlasting. Cinta itu mengikat sampe akhir, dimana kamu punya 'jaminan' dia akan terus jadi milik kamu. Masa iya, dulu kamu bilang kamu cinta banget sama dia, eh sekarang kalian ketemu, terus udah, Nggak ada apa-apa.
Well, that's what I thought about feelings. Perasaan itu kita yang atur. Karena dengan melakukan sesuatu, kamu bisa tiba-tiba merasa suka sama orang lain walaupun just a few months back you said you're in deep 'love' with somebody else,
Kalo pake bahasaku sih, itu bukan cinta. Itu hawa nafsu. Or let's say, thats just a kind of admiration. Karena cinta itu Tuhan yang kasih. Dan Tuhan itu nggak mungkin salah. Kalo suatu saat nanti kamu merasa cinta sama seseorang tapi dia terus nikah sama orang lain, ikhlaskan lah. Mungkin itu cobaan dari Tuhan untuk ngetes seberapa jauh kamu bisa tunduk dan ikhlas pada keputusan-Nya. Betapapun kamu dan orang yang kamu cinta itu tadinya saling mencintai tapi karena suatu alasan kalian nggak 'jadi', remember, kuasa Tuhan itu beyond imagination dan rencana-Nya itu selalu lebih hebat dari yang kita pikir.
Dan cinta itu harusnya nuntun orang ke surga, bukan sebaliknya. :)
P.S. Kisah di atas bukan pengalaman lho ya. Tapi itu insya Allah nyata---terutama yang aku jadiin ending artikel ini. :)
Well basically I'm gonna talk about something I don't actually know about. Love. What is love?
Love is poison
love is something you firstly think about when you wake up and something you think lastly right before you sleep.
Itu kata orang.
Kalo kataku, love is something that will (and should) only come after marriage. Love is a something that appear after a man a a woman is bound by a sacred ceremonial called marriage. Because love is NOT a promise; marriage is.
Kalo dalam bahasaku,
''Kamu jadi pasangan aku bukan karena aku cinta kamu. Aku cinta kamu karena Tuhan menentukan kamu yang jadi pasangan hidup aku.''Karena pernikahan adalah satu-satunya alasan kenapa kamu tahu kalau dialah yang harus jadi ayah untuk anak-anakmu, alasan kenapa kamu mau bangun pagi-pagi untuk masakin dia, alasan kenapa kamu merasa malu kalo nggak bisa masakin makanan kesukaannya, alasan kenapa kamu mau nahan sedih biar bisa tetap tampil ceria di depan dia, alasan kenapa kamu mau ngalah sama dia tiap kali dia nggak suka dengan, katakanlah, pilihan menumu untuk hari kemarin, alasan kenapa kamu merasa harus bisa nyemangatin dia di saat dia pulang kerja, dan alasan kenapa cuma sama dia kamu harus menghabiskan waktu hidupmu.................................................................................................................................................................................... dan alasan kenapa kamu mencintai dia. Bukannya justru orang lain.
Terus gimana kalo kita lagi pacaran sama seseorang dan kita merasa kita cinta banget sama dia?
Well, ini sebenernya omongan orang dewasa yah tapi berhubung I'm in deep thought right now and I think I have the answer, jadi aku jawab aja. Harap maklum kalo jawabannya standar ABG yang nggak ngerti apa-apa ttg dunia relationship.
Hati. Hati, pada dasarnya, adalah bagian dari manusia yang paling gampang berubah. Hati berhubungan dengan perasaan, dan perasaan itu (harusnya) kita yang atur. Bukan keadaan.
Aku serius.
Mungkin di masa SMA kamu pacaran sama seseorang. Kamu merasa cinta banget sama dia. You feel like he's the one. Dia juga bilang dia cinta mati sama kamu. Temen-temenmu bilang kalian tuh cocok banget gitu. Udah pokoknya tinggal nikah aja.
Dan sekarang kamu lulus SMA. Kamu mulai sibuk katakanlah kuliah, dia udah sibuk jadi panitia event di kampusnya. Dia mulai 'telat' balas sms kamu. Dia mulai sering bilang 'maaf ya, td lagi rapat bla bla bla'. Then it turns to latenight reply ketika kamu udh tidur, ketika sms kamu ke dia udah basi.
Terus lama-lama kalian udah merasa nggak cocok. Terus kalian putus.
Beberapa waktu sesudahnya, kamu ngepoin dia. Dia udah punya pacar. Seorang cewek aktivis, saama-sama sibuk dan dalam lingkaran pergaulan yang sama dengan mantan kamu. Kamu merasa nggak adil. Kamu nangis. Kamu bertanya-tanya, kenapa dia bisa move on cepet banget sedangkan kamu enggak?
Well, mungkin bukannya kamu nggak bisa move on. Mungkin kamu aja yang nggak mau move on.
Mungkin kamu sebenernya udah berencana mau move on dari dia. Tapiiiii baru berapa hari setelah kamu memutuskan move on dari dia, eh dianya pasang status apalah gitu. Tetiba dianya ngeline kamu, enggak sih, nggak nanya kabar, tapi apalah yang sebenernya biasa aja tapi suddenly sukses bikin rencana move on kamu cuma tinggal wacana. NAH.
Lalu berbulan-bulan setelahnya, kamu pacaran lagi sm orang lain. Kali ini dia lebih pengertian dan dia selalu ada buat kamu. Lalu kamu mulai banding-bandingin sama mantan kamu. Lalu kamu 'bersyukur' pada Tuhan karena Dia udah nunjukin jalan pada 'orang yang tepat'. Kamu merasa kamu, kali ini, benar-benar mencintai orang yang kamu anggap 'ditakdirkan' sama kamu.
Sekarang pertanyaannya adalah, kalo kamu bilang kamu cinta banget sama orang itu, terus yang dulu itu namanya apa? Karena setahu aku, cinta itu everlasting. Cinta itu mengikat sampe akhir, dimana kamu punya 'jaminan' dia akan terus jadi milik kamu. Masa iya, dulu kamu bilang kamu cinta banget sama dia, eh sekarang kalian ketemu, terus udah, Nggak ada apa-apa.
Well, that's what I thought about feelings. Perasaan itu kita yang atur. Karena dengan melakukan sesuatu, kamu bisa tiba-tiba merasa suka sama orang lain walaupun just a few months back you said you're in deep 'love' with somebody else,
Kalo pake bahasaku sih, itu bukan cinta. Itu hawa nafsu. Or let's say, thats just a kind of admiration. Karena cinta itu Tuhan yang kasih. Dan Tuhan itu nggak mungkin salah. Kalo suatu saat nanti kamu merasa cinta sama seseorang tapi dia terus nikah sama orang lain, ikhlaskan lah. Mungkin itu cobaan dari Tuhan untuk ngetes seberapa jauh kamu bisa tunduk dan ikhlas pada keputusan-Nya. Betapapun kamu dan orang yang kamu cinta itu tadinya saling mencintai tapi karena suatu alasan kalian nggak 'jadi', remember, kuasa Tuhan itu beyond imagination dan rencana-Nya itu selalu lebih hebat dari yang kita pikir.
Dan cinta itu harusnya nuntun orang ke surga, bukan sebaliknya. :)
P.S. Kisah di atas bukan pengalaman lho ya. Tapi itu insya Allah nyata---terutama yang aku jadiin ending artikel ini. :)

Comments
Post a Comment