As Simple As That
Apasih, rahasianya untuk bisa bahagia?
People outthere said that “bahagia itu sederhana”. Tapi sesederhana apakah bahagia itu?
Well, sedikit contoh aja.
They said, money can’t
buy us happiness. But hell yeah, we can’t live easily without it. Semua itu
butuh duit, men. Call me matre, but
I’m sure that you guys would totally agree with this sentence: Cewek butuh
cowok yang bisa dan mampu memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya. Cewek butuh cowok yang berduit, seperti ibu
rumah tangga butuh duit untuk kebutuhan rumah tangganya. Masih belum jelas?
Oke, I’d like to tell you a conversation between my sister’s teacher and her
students.
Teacher: (ke arah anak-anak cewek di kelas itu) Kalian nanti
kalo mau cari suami, carinya yang kaya ya.
Students: Loh,
nanti dikira matre, Bu..
Teacher : Oya harus itu. Kalo suami kalian nggak kaya,
mau dikasih apa anak-anak kalian nanti ? Dikasih cinta?
See? Uang bukanlah segalanya, tapi tanpa uang, hidup jadi susah.
Anyway, itu tadi cons nya. Sekarang kita ngomongin pros nya aja.
Yaudah, kita ke pendapat lain aja.
Menurutku, bahagia itu pilihan. Bahagia itu menyangkut apakah kita mau dan mampu menerima hidup apa
adanya atau enggak. Setiap orang berhak memilih sudut pandangnya sendiri
terhadap hidup. Seorang A, misalnya, dengan kondisi serba-kekurangan, dia
memilih untuk mensyukuri hidupnya. Dia bahagia
dan ridho terhadap istrinya yang selalu tersenyum bahkan
ketika dia tidak membawa apapun untuk dimakan, terhadap anaknya yang walaupun
sedikit cengeng tapi tidak berlaku macam-macam, juga terhadap dirinya sendiri. Dia merasa cukup.
Lain lagi dengan seorang B. Dengan kondisi yang sama dengan
A, dia memilih untuk memandang
hidupnya dengan sudut pandang negatif. Dia tidak terima dengan istrinya yang
cuma bisa senyum-senyum padahal anak-anaknya kelaparan, dengan anaknya yang
tidak bisa menyaingi kepintaran anak pejabat di kelasnya, juga dirinya yang tidak mendapat keadilan dari Dia
Yang-Katanya Mahaadil. Dia merasa kurang, kurang, dan kurang. Parahnya
lagi, dia tidak tahu apa-apa mengenai
rahasia kehidupan milik Dia Yang-Memang Mahaadil.
Padahal dia bisa
memilih sudut pandang yang lebih baik.
Bahagia itu tidak
mudah, tapi ketika kita memilih untuk bahagia—dengan bersyukur dan ridho, semua akan baik-baik saja.
Sesederhana itu.
Buat kalian yang masih belum terinspirasi, coba
deh baca tetralogi Laskar Pelangi dari
Andrea Hirata ato Rembulan Tenggelam di
Wajahmu karya Tere-liye.
Comments
Post a Comment