Rise And Shine!

Semakin kesini, semakin aku merasa kalo kualitas hidupku menurun secara signifikan. Buktinya?

1. Aku jadi semakin jarang berkarya; entah dalam bentuk artikel, cerpen, puisi, maupun gambar.
2. Diksi yang aku gunakan dalam menulis semakin ecek-ecek, dan nggak berbobot sama sekali.
3. Waktu yang kusempatkan untuk membaca buku--entah itu novel, komik, maupun ensiklopedia--semakin sedikit dan sedikit. Akibatnya? Kosa kata di kepalaku berkurang dan menipis seiring dengan waktu.

Oh God, what should I do??

Ingat tulisanku sebelum ini? Yang berjudul Missing the Old Times itu. Ternyata, apa yang aku tulis dalam post itu nggak merubah apapun. Aku tetep nggak bisa (baca: nggak mau) meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang berkualitas, emm, sebut saja, (quality) me-time. Dan ternyata, apa yang terjadi sekarang ini nggak jauh beda, bahkan lebih parah dari apa yang terjadi di waktu lalu. Terrible.

Dan sekarang ketika tugas membuat laporan praktikum belum selesai, aku justru meluangkan waktu untuk membuka blog dan menulis hal-hal yang sedang kupikirkan disini. Barangkali memang ada gunanya, tapi entahlah, aku justru makin semangat untuk 'membuang' waktuku dan mengundur-ngundur tugas.

Padahal baru tadi siang aku membaca poster "Kalau bisa dikerjakan sekarang, kenapa harus nanti?".
Padahal baru tadi siang aku berjanji untuk segera menyelesaikan laporanku sebelum malam tiba.
Dan padahal aku tahu kalau semua yang kujanjikan tidak boleh menjadi sekadar wacana, seperti biasanya.
Padahal aku tahu itu.

Jadi, sekarang aku mencoba memberi tamparan pada diriku sendiri dengan berkata, "maumu apa sih?! Bisa kuliah yang bener atau enggak? Ngapain kamu susah-susah daftar kuliah kalo akhirnya cuma jadi pemalas kayak gini?"

Saatnya bagiku, bagimu, bagi kita untuk bangkit dan bergerak. Bangkitlah dari kemalasan, bangunlah dari kebodohan. 

It's time to rise and shine!


Image source

Comments

Popular posts from this blog

To Fight and Strive Together

Just some Random Thoughts